Futari Hikari no Otoshimono

Pagi pun tiba mataku tidak mau terbuka, kepala pusing, samar – samar aku melihat sekelilingku, terlihat ruangan Apartemenku. “Ehh...!” teriakku kaget. “Bukannya aku tadi malam tidur di tenda halaman apartemen ya ?” kata ku, “Terus ....Akh, kenapa kepalaku pusing...?, ah palingan aku ketiduran sampai pagi” kata ku, ngg, sebentar, lha terus siapa yang bawa aku ke kamar ku ?” beribu pertanyaan terlintas di benakku, aku pun langsung bangun, mandi , Sholat langsung ke sekolah berharap Sani sudah datang di kelas.

“Greek-----“ suara pintu kelas ku buka, “Sani ...?!” “Siiing-----“ kelas sunyi tak ada siapa – siapa. “Zzzz, mana tuh Sani, biasanya sudah nongol”, kata ku. 30 menit ku tunggu, “Wala tumben Sani telat nih, mana udah mau mulai pelajarannya” kata ku, “Greek----!” bunyi pintu di buka oleh Sani, Sani pun langsung duduk di tempat duduknya. Didepan aku “Ui, San” “Apa??” sahut Sani. “Bener katamu kejadian Poltergeist itu, masa tadi malam aku tidur di tenda di halaman apartemen tiba – tiba paginya ada di kamar apartemen, pasti gara – gara tangan – tangan jail di kejadian Poltergeist” kata ku. Sani hanya tersenyum sendiri “Humph, sudah kubilang, ngga usah deket – deket area proyek itu, kamu tidur di luar pasti buat menyelidiki area itu waktu malam”, ujar Sani. “Ahahaha, tahu aja” kata ku.

5 menit kemudian Pak Djoni masuk,”Ya anak – anak sekarang kita kedatangan murid pindahan, yak Hikari silahkan masuk”, kata Pak Djoni “Greek-----“ Suara pintu kelas di buka, terlihat perempuan manis berambut putih berkulit putih nan canti gemulai bagai dewi Srikandi, “Ehh, Sebentar... sepertinya aku pernah melihat perempuan itu”,Pikir ku. “Ahh, pusing kepalaku kumat lagi~”, “tapi sepertinya aku pernah bertemu dengannya”, kata ku sambil memegang kepala. “Kenapa Nur”, tanya Sani “Ngga San, kepala ku hanya pusing ketika melihat perempuan itu”,kata ku “Hoooh” dengung Sani sambil mengangguk, “Yah, Hikari perkenalkan namamu” kata Pak Djoni, perempuan itu tidak menjawab, setelah beberapa menit dia mulai menulis namanya di papan White Board “Hi-Ka-Ri-Ka-Mi-Shi-Ro” kata ku sambil mengeja tulisannya. “Hikari silahkan duduk di bangku yang masih kosong”, kata Pak Djoni, dan bangku itu berada di belakangku, “Lucky” kata ku.

“Ting Tong Teng Tong”, tanda bel pulang sekolah.

“Saatnya untuk pedekate”, kata ku pede. “Umm, Hikari-san Hajimemashite” kata ku, Hikari hanya terdiam, “Watashi wa Nur Mahadika desu, Yoroshiku Onegaishimasu” kata ku dengan mantap. Hikari hanya menatap wajahku sekitar 3 menitan. “Ngga usah pake bahasa jepang, aku bisa bahasa Indonesia koo, katanya pelan sambil membereskan buku. “Ehh..”, kata ku spontan, Hikari pun berdiri dan membungkukan badan dan berkata “Yoroshiku Onegaishimasu” katanya pelan. Kemudian dia pun pergi aku hanya kaget saja dan bengong di kelas.

“Ahh, apa – apaan perempuan itu... habis kenalan langsung pergi, ngga ngobrol dulu kek atau apa kek”, gumamku dalam hati . Yah, walaupun cantik sih bak dewi Srikandi tapi sikapnya ngga kaya Srikandi sama sekali”, gumamku lagi sambil berjalan pulang ke apartemen.

“Ziiiiing-----“, suara aku naik lift, 3 menit kemudian, “Ting, Greeek---“ “Huaaa”, aku melihat Hikari sedang berdiri di depan pintu lift, “Hei, hei, ngapain kamu di apartement ku?”, tanya ku, MMn….. Menginap”, katanya singkat sambil masuk ke lift. Aku pun berjalan kembali menuju kamarku, setelah sampai di depan kamarku aku melihat pekerja lagi membawa barang – barang menuju 2 kamar sebelah ku, “Ohh, di situ ya kamarnya”, kata ku dalam hati.

Aku pun masuk ke kamarku dan menjalankan aktifitas biasa sebelum tidur, setelah 3 jam berlalu, “Belajar ...Ok, Sholat... Ok, Mandi ....Ok, makan ....(Kruyuk – kruyuk), duh laper”, perutku bunyi pertanda kalo ngga BAB ya laper. “Dh mau makan apa yaaa... di kulkas kosong lagi”, kata ku sambil mengecek makanan di dalam kulkas.

“Ting – Tong”, suara bel kamarku berbunyi, “Siapa”, kata ku. Diluar tidak ada yang menjawab, kemudian aku segera membukakkan pintu, tampak Hikari sedang berdiri di depan kamarku sambil membawa kotak makanan, “Huwaaa, kau tahu saja aku sedang kelaparan”, kata ku. Hikari hanya diam saja. “Ayo, masuk dulu”, kata ku. Segera ku buka kotak makanan itu “Huwaaa, sashimi, telor dadar, onigiri..., ini semua kamu yang buat?”. Tanya ku. Hikari hanya mengangguk dan mengatakan MMn…..Hadiah perkenalan karena kamu tetangga ku” katanya pelan.

Setelah selesai makan, “Enak yaa, kata ku. Hikari hanya diam, kemudian Hikari berdiri dan berjalan menuju pintu keluar, “Mau kemana?, Pulang?”, kata ku. Hikari berhenti berjalan dan mengatakan “Ng……kalau lapar kamu boleh ko… mampir ke kamarku”, katanya “Oke”, sahut ku. Diapun keluar “Yak saatnya tidur, oh iya kejadian poltergeist gedung sebelah muncul lagi tidak ya nanti malam..?”, tanya ku dalam hati, “Sudah ah, Ayah – Ibu, selamat tidur”, kata ku sambil berbaring di tempat tidur.

Bersambung..

Update Anime SPRING 2011



Yak, Bagi teman - teman ku yang biasanya minta" Anime .. ini aku share daftar Anime terbaru nya, biar ntar kalo minta-minta ngga nanya dolo...... XD

Futari Hikari no Otoshimono

Setelah 3 jam berlalu dari aku memejamkan mata.

“Ngiiing---“ “Ugh, suara ini yang memekakan telinga” kata ku sambil menutup telinga menggunakan sumpel yang terbuat dari kapas. “Wew, Cahayanya terang sekali.... huh aku untung udah persiapkan semua” kata ku sambil memakai kacamata hitam. “Masya Alloh” kata ku sambil memasuki basement gedung itu. Terlihat alat kuno berbentuk kepingan besar bercorak tulisan Yunani Kuno. “Apa ini?!, ada benda sebesar ini di sini?!” kata ku. Aku mencoba memegang benda asing tersebut “Dziiing -----“ Suara seperti mesin berjalan. “Ugh, Aaaaaaaaaaaaaaaaaaa” Aku tersedot kedalam ruang hampa. “Ugh” Setelah sadar aku sudah berada di ruangan super besar dan ada sebuah balok es di depan ku.

“Walaa, apa ini hasil kerjaan alien??” kata ku sambil melepaskan kacamata dan sumpel telinga. “Tunggu, ini?!, kok ada perempuan di dalam balok es kata ku heran sambil mendekati balok es super besar itu. Cewe berambut putih, berkulit putih nan cantik bagaikan dewi Srikandi. “Ah, jangan – jangan yang minta tolong itu kau?” kataku, “Hei, jawablah !, aku tahu kau bisa bertelepati” , kata ku.

“Percuma saja .....”

“Suara siapa itu?!” kata ku, terlihat sesosok orang berjalan dari pilar besar di pinggir ruangan. “Yah Percuma, itu adalah salah satu bahan eksperimenku, kalo ngga di aktifkan ya ngga ngerespon, aku melihat sambil tak percaya, “Sani !” teriakku, “Apa?” Sahut Sani. “Bukannya Apa?!, apa – apaan ini?!, bahan eksperimen??”teriakku, “Yup benar, aku sudah 3 bulan ini melaksanakan eksperimen untuk membuat dunia kita menjadi lebih menarik” Menarik?! Apa maksudmu?” kata ku, “Yah, kau sudah banya melihat kan?, kejadian Poltergeist pun aku sudah membuat alatnya, kemudian kejadian cahaya yang berada di atas kabah baru – baru ini di Tanah Suci mekkah pun itu aku yang membuatnya” “Apa?!, lantas kau mau membuat apa dengan ini, jangan katakan kau mau menggunakan manusia untuk eksperimen gila mu ini!” kata ku, “Bingo, kau benar dia adalah manusia yang dapat mengendalikan listrik, objek penelitian yang menarik bukan?” kata Sani. “Huh pantas dia dapat mengirim kata – kata melewati telepati dan pada saat aktifasi, lift apartemen ku terganggu gelombang elektromagnet” kata ku dalam hati, “Siaaal, dasar kau! Sudah Sinting!” teriakku, Aku berlari kearah Sani dan ingin memukulnya. “Hyaaa!” “Ziiiing---“ Pukulanku menembus badannya “Ha ha ha, bagus kan?! Tubuh Doppleganger yang sudah hampir sempurna ini ?!” “Dasar kau sudah gila!”teriakku “Sekarang kau sudah terlalu banyak mengetahui eksperimenku, yah aku takan membiarkanmu pergi dari sini dengan informasiku” kata Sani sambil mendekati ku, “He...Hei Hei Apa yang mau kau lakukan?” kata ku sambil ketakutan, “Yah, karena kau temanku akan aku hapus ingatanmu saja tentang tempat ini”, kata Sani sambil mengucapkan mantra yang tidak jelas. “Haaa, Jangan !” berontakku, tetapi tak tahu kenapa badan ku tidak bisa bergerak, kulihat matanya sambil pasrah, matanya mata ular medusa, sudah berapa banyak eksperimen yang telah kau lakukan Sani?” kataku dalam hati.

“Yah, kau cari sendiri jawabannya”.

Bersambung.


Futari Hikari no Otoshimono

Aku berjalan pulang ke Apartemen ku sambil melewati Area Proyek di sebelah Apartemen “Wah, sudah 3 bulan, masih jadi gini – gini doang, kapan selesainya?!” ujar ku menggerutu. Aku naik lift ke lantai 12 dan menuju ke kamarku, “Humm, Sudah malam tinggal mandi terus tidur, lalala~” kata ku sambil melepas baju dan bernyanyi lagu YUI-CHERRY, selesai mandi aku menggunakan piyama “Selamat tidur Ayah – Ibu” kata ku sambil melihat foto Ayah dan Ibu ku. Yah Ayah dan Ibu ku sudah lama meninggal gara – gara kecelakaan dalam melakukan suatu eksperimen, yah aku sendiri tidak tahu eksperimen apa yang mereka lakukan, Aku pun memejamkan mataku.

3 jam berlalu dari aku memulai tidur ku

“Ngiiing ------, tolong..... tolong selamatkan aku”

Aku pun segera membuka mata dari tidur ku, “Suara apa tadi?” “Ngiiiiing------“ Suara itu terdengar lagi membuat kupingku panas. Aku menegakkan badan ku terlihat dari jendela ada sesuatu yang memancarkan cahaya sangat terang “Wew, apaan nih? Jangan – jangan alien” “Tolong” terdengar kecil “Wala ada yang minta tolong pula, sepertinya suara perempuan” aku segera bangun dari tempat tidur dan melihat keluar dari jendela, terlihat basement gedung yang sedang di bangun di Area Proyek bercahaya. “Tolong...” lagi – lagi terdengar suara minta tolong, kalo saya amati dari tadi sepertinya suara itu langsung masuk ke otak begitu saja tidak melewati telinga “Telepati kah?”, aku bertanya pada diriku sendiri. Aku segera bergegas keluar keluar kamar ku dan menuju lift. Tetapi .. “Ahh, lagi keburu – buru malah lift nya ngadat” “Oyy, cepetan nih” teriakku sambil memencet tombol lift berulang – ulang, kemudian aku berbalik ke arah beranda kamarku.. “Ya Allah apa ini?? Cahaya begitu terangnya” kataku dalam hati. Cahaya itu lama kelamaan hialng “Ting!” bunyi lift sudah sampai di lantai ku, “Zzzz, lift bobrok ra kanggo !” Teriakku. Aku pun bergegas turun dan menghampiri basement Area Proyek tersebut “Petangnyaa, tetapi sudah tidak ada telepati minta tolong lagi” gumam ku sambil mengecek ruangan tersebut “Sudah ah, ngga ada apa – apa di sini, petang lagi, terusin pagi – pagi saja” gumam ku sambil meninggalkan Area Proyek tersebut, setelah sampai dikamar “ada – ada saja kejadian aneh di dekat sini” sambil melepaskan jaket ku dan berbaling kembali.

Pagi pun tiba, aku bergegas bangun dan mandi, langsung ke sekolah berharap Sani sudah datang di sekolah, “Harus cepat aku katakan nih kejadian tadi malam kepadanya, mungkin dia tahu sesuatu tentang kejadian ini”

Setelah sampai di kelas

“Poltergeist” sepatah kata yang di ucapkan Sani ketika aku selesai menceritakan kejadian tadi malam, “Plotergeis? Apaan tuh?” “Poltergeist tahu, kejadian seperti itu sudah lama tidak muncul di dunia kita, kejadian dimana ada suara – suara aneh, benda – benda bergerak sendiri dan biasanya di ikuti dengan cahaya yang terang” “Humm” “Yah, dulu pernah di negara Jerman pada tahun 335, orang-orang di Bingen-am dia diseret dari tempat tidurnya oleh tangan – tangan yang tak tampak, kemudian mereka menjadi sasaran serangan dengan lemparan batu di sertai dengan suara-suara yang ganjil”, kata Sani sambil mentakut – takuti, “Wew, bahaya juga” kata ku. “Makanya ngga usah deket – deket tempat itu, kata ku sih biarin aja mungkin emang udah takdir ada kejadian itu” kata Sani. “Oh ya, kemarin juga ada suara telepati perempuan minta tolong loh, apa itu juga bagian dari Poltergeist?” kata ku sambil penasaran. Setelah kukatakan itu mendadak raut wajah Sani berubah auranya menjadi menakutkan, “Heh, San kamu ngga apa – apa?” “Ah maaf, lebih baik aku kekamar kecil dulu” kata Sani. “Kenapa dengannya. Kok tiba – tiba jadi aneh, kataku menggumam.

Setelah pulang sekolah aku pun mencoba meminjang tenda di bagian resepsionis Apartemen ku “Dulu kalo ngga salah nenek bagian resepsionis punya cucu yang suka berkemah”, pikir ku. Ya memangbenar dan akhirnya aku pun dipinjami, “yah buat jaga – jaga kalau lift nya rusak lagi” kata ku. Setelah 30 menit aku mendirikan tenda di halaman apartemen akhirnya selesai juga, “Oke saatnya tiduur”.

Bersambung

Futari Hikari no Otoshimono

Apakah ini???? Yupz ini adalah karangan pertama ku yang menurutku menarik untuk di share kekalian semua, yah ini bermula dari tugas Bahasa Indonesia di SMA Negeri 1 Tegal , yaitu membuat karangan cerpen.tetapi menurutku malah jadi kaya cerita panjang, bukan cerpen truz karena aku biasa liat Anime sama main - namanya game DotA akujadi terinspirasi dan menulis semua yang aku pikirkan dan langsung aku tuangkan ke tulisan ku ini, jadi tolong di baca yaa..., langsung saja di Eps. pertama


“Gruung ---- Ckring ---- Gruung -----“ bunyi mesin di pagi hari bersahutan, kemudian ....”Zzzz....ngg ---“ Aku terbangun dari tidur ku. “Huh, what the hell. Bukannya ayam yang berkok malah saura mesin!!” gumam ku. Perkenalkan, aku adalah siswa dari Moonstone Institute Highschool. Yah dari dulu saya memiliki sistem otak yang sedikit aneh. Yaitu kekuatan mengingat 100% yang disebut ingatan Photograpy. Jika kita melihat atau ingatan kita dipakai mengingat, maka kita tidak akan lupa untuk selamanya. Oh ya, Aku tinggal di Apartement Coolswarm. Seperti namanya, dingin tapi busuk, apartement ngga berbintang sama sekali. Namaku Nur Mahadika.

“Ahh, kaos kaki ngg---- sepatu, tas, semua peralatan perang oke !, saatnya sekolah” aku pun beranjak dari rumah menuju sekolah. Sesampai desekolah... “Humm Sepinyaa ..” yah biasa aku yang pertama berangkat di kelasku yaitu XI IA 3. “Pilih – pilih tempat duduk nih~” aku memilih tempat duduk sedikit dekat dengan jendela di pinggir kelas. Tak lama kemudian “Hai Nur!” “Hai San”, Yah dia biasa orang kedua yang masuk kelas setelah aku, dia adalah Sani Aulia Yahya, dia adalah anak yang super jenius yang memiliki susunan otak sepertiku. Tak lama kemudian kelas pun penuh. Pelajaran dimulai, setelah beberapa jam berlalu sekolah pun usai, “Hei San !” “Ngg ...?” “Pulang aku kerumahmu yaa?” “Oke, mau ngapain sih? Ngerjain PR ?” “Iya dong”. Karena aku menutup – nutupi kekuatan otak ku karena aku memiliki motto hidup : Hidup Normal adalah yang terbaik.

Aku berjalan dari apartemen ku kerumah Sani, “Humm, padahal cuaca cerah penginnya sih main diluar..., tapi banyak PR” gumam ku. Sampai didepan gerbang rumahnya Sani “Ting-tong” suara bel aku bunyikan, “Siapa ?” suara Sani terdengar dari Speaker di pintu gerbang, “Ini aku Nur” “Ohh.. Nur tinggal masuk aja”. Sampai dikamarnya Sani “Wuihh, kok malah main DotA?” “Napa emang ?, orang aku sudah ngerjain semua PR ku” ujar Sani “Walaa.., ya udah biar cepet aku salin saja ya” “Serah mu lah...”, Setelah menyalin PR selama 1 jam “Uy, Nur” Panggil Sani, “Apa?” “Kenapa ya Dunia kita biasa-biasa saja ya, ngga seru nih”, kata Sani sambil main Notebook nya, “Memang menurutmu dunia ini membosankan ya?” kata ku sambil menyalin PR “Iya Lah!, coba saja dunia kita ada Sentinel atau Scourge kaya di DotA atau perang golongan magis dan golongan sains kaya di anime to aru majutsu, kan asik” Ujarnya sambil main DotA. “Ya serah situ mau nge-fantasi apa, dunia kita ngga bakal berubah dodol” ujar ku menyindir. “Hmm Benarkah?” Pada saat Sani mengucapkan kata – kata itu aku seperti melihat senyuman mengerikan nan lick dari mukanya. “Sudah ah, Nih sudah selesai nyalinnya, thank you” “Yup, No Problem” Aku beranjak dari duduk ku sambil mengembalikan buku PR nya.


Bersambung

Shakugan No Shana


Nah ini .... ANime Favorit ku ke 2 .... Shakugan No Shana ....., Anime ini di buat oleh J.C Staff.. yang bertemakan seperti Bleach tetapi rada beda... disini Shinigaminya namanya Flame Haze dan musuhnya Guze no Tomogara. ini review episode awalnya nya....

Ternyata di dunia ini terdapat sebuah kejadian yang tidak di ketahui oleh manusia biasa hanya Mistes dan Flame Haze yang menyadari bahwa setiap hari banyak existensi manusia yang di makan oleh Guze no Tomogara.Guze no Tomogara membutuhkan
Sonzai no Chikara atau existensi mansia. jika existensi seorang manusia telah hilang maka manusia tersebut juga akan hilang dan semakin banyak manusia hilang maka "keseimbangan" didunia ini akan hilang . maka tugas Flame Haze adalah menjaga keseiimbangan dunia dan menggantikan manusia yang hilang menjadi Torch. torch adalah existensi pengganti bagi para manusia yang kehilangan existensinya. Torch ini memiliki ingatan terakhir dari manusia tersebut dan akan menghilang dalam jangka waktu tertentu.

Cerita ini di mulai dengan seorang manusia yang dapat melihat Guze no Tomogara. yaitu Sakai Yuji. yang kaget melihat Fuzetsu dari Guze no Tomogara dan manusia di sekitar area yang di-Fuzetsu di makan existensinya oleh Guze no Tomogara. ketika keberadaan Sakai Yuji yang tidak berhenti karena Fuzetsu di sadari oleh Rhinnes, yaitu mahluk yang di ciptakan oleh Tomogara untuk mencari Sonzai no Chikara, dia menyebut "Mistes" yaitu Torch yang memiliki semacam harta karun bagi para Guze no Tomogara. ketika Yuji akan di bawa ke King of Guze yaitu atasan Guze no Tomogara Flame Haze Flame Hair Hot Eyes ( kayaknya Namanya itu, sori kalo salah... lupa ^^ ) menyelamatkan Sakai Yuji dan membunuh Rhinnes tersebut. setelah di jelaskan oleh Flame Haze tersebut ternyata Sakai Yuji telah mati dan Sekarang yang ada hanya Torch yang memiliki ingatan Sakai Yuji, kemudian Yuji pun menolak fakta tersebut dan mengatakan Torch bukan hanya sesuatu benda tetapi seperti mahluk hidup dan Flame Haze bukan sekedar Alat Pembunuh tetapi seperti manusia pada umumnya .. dan Yuji pun menyanyakan Nama Flame Haze tersebut , tetapi dia tidak pernah memiliki nama dan Yuji Pun memberi nama Shana dari pedang yang di pakainya yaitu Nieoto no Shana. Shana pun mulai merasakan Cinta kepada Torch Yuji.. tetapi sebagai Torch Yuji pasti akan hilang karena dirinya adalah Torch.. Apakah Yuji akan Hilang sama halnya dengan Torch pada umumnya dan apakah Shana akan menyatakan Cintanya kepada Sakai Yuji dan berhasilkah Shana membasmi semua Guzee no Tomogara dan King of Guze no Tomogara... Silahkan !!!! seperti biasanya .... nnonton Animenya dooonk !!!!

Ditulis oleh Wakaranai ^^


DotA Fan Story - 01


Disebuah Kota di Wilayah Sentinel timur terdapat rumah kecil yang di huni remaja bernama Magina, dia hidup di lingkungan yang keras dan kasar tapi dengan itu dia belajar berbagai hal. Walaupun hidup sendiri ia selalu rajin dan tida pernah bolos "Kuliah" seperti teman - temannya. Suatu hari ketika magina ingin mengunjungi rumah Lina untuk belajar bersama ( Padahal mau nyontek PR ) ia di hadang beberapa preman magina langsung ketakutan ( Apen - Apene Wedi). ia berlari ( Maklum MS 320 ) ia di kejar preman - preman tersebut tetapi sialnya ia bertemu bos mereka, Troll Warlord bernama Jahrakal yang mengetahui mangsa empuk tersebut mengeluarkan skill ulti nya Battle Trance, Magina yang lemah kalah telak, babak belur bonyok luka - luka dimana - mana. Uang nya di ambil hingga semua isi dompetnya hilang ( Padahal ngga ada isinya ). Tapi ntngnya Hape nya ngga di ambil ( Jelas lah ada yang nyuri Hape 3315??) dia langsung sms Lina Ga jadi dateng tiba - tiba sakit begitu bunyinya ..... eh tulisannya. Lina yang sudah menunggu Magina dari tadi kesal berencana mau Men-Combo Skill ke Magina besok di "Kuliah"an. ternyata magina ga berangkat"Kuliah" karena bonyok semua..... :D

Keesokannya .....

Magina bernagkat dengan babak belur. Napa kau Gin?? kata Lina. Ga papa Urusan cowo kata Magina. Cowo?? Emank kamu Cowo ?? berantem aja ga Becuzz.., Ya ya ya , kita lihat saja nanti sambil berlalu ( Cool Mode ON ), so Cool amat lo Gin ??, Hai Lin Ga Kuliah ??? Bareng yukzz..., Kata Balanar. Ntar Dah nunggu temen gwa si Traxex, Oke dah, Oh ya ntar malem ada acara ngga???, (Sok BAnget ni orang) ada banyak be'Jibun dari hajatan sampe sunatan, sibuk ya, yaudah deh ( Masuk ke Campuzz )


Beberapa Menit kemudian .....


Sori telat Lin, Lama yaa ...???, Kata Traxex, iya ngga apa...., lama ...... bgt. mpe make up gwa luntur nie..., sori chin .... yok kuliah, habis ini ke mOlll...

Setelah Pulang sekolah ....

Magina datang ..... kemudian .....

BERSAMBUNG Ke EPS 2 :P


powered by Blogger | WordPress by Newwpthemes | Converted by BloggerTheme